Mungkin semua sudah mendengar berita tentang Ponari seperti postingan saya sebelumnya. Masyarakat mengenal Ponari sebagai dukun cilik yang menurut kabar dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Banyak masyarakat yang sangat antusias mengikuti pengobatan alternatif oleh dukun cilik ini. Berbagai macam cara mereka lakukan untuk mendapatkan pengobatan ini.
Memang , saat ini masyarakat lebih memilih pengobatan alternatif ketimbang pengobatan oleh medis. Mereka lebih suka berobat kepada dukun ketimbang dokter. Hal ini disebabkan oleh banyak hal. salah satunya yaitu faktor ekonomi. Keterbatasan dalam faktor ekonomi ini yang telah mendorong masyarakat memilih jalan alternatif ini. Ya..memang. Pengobatan medis saat ini memang mahal, bahkan hanya bisa dicicipi oleh golongan “berduit”. Pelayanan kesehatan untuk golongan masyarakat kecil kurang memuaskan, ASKES(Asuransi Kesehatan)pun kurang berguna. Saat ini subsidi untuk kesehatan memang tidak maksimal. Berobat aja mahal, apalagi beli obatnya.
Kembali ke topik, akibat himpitan ekonomi dan mahalnya biaya kesehatan membuat masyarakat berperilaku menyimpang. Mungkin ini hanya beberapa dari masyarakat kita, akan tetapi ini masyarakat kita dan kita harus peduli. Contoh kejadiannya yaitu, sbegai berikut.
Sejak ditutupnya praktek dukun kecil Ponari masyarakat yang berantusias berobat ke dukun kecil ini mulai berkelakuan aneh. Mereka mulai ber-statemen sendiri-sendiri, mulai mangada-ada. Mreka percaya bahwa air sumur atau air manapun yang kemungkinan bekas dipakai Ponari dapat menyembuhkan penyakit seperti air yang dicelupkan batu kecil Ponari. Bahkan, air limbah selokan kamar mandi juga mereka percayai dapat menyembuhkan penyakit.*naudzubillah*
Kenapa mereka dapat berpikiran seperti itu?? bahkan ini tidak ada bukti kebenarannya, akan tetapi mereka nekat malekukannya. Bahkan, mungkin hal itu tidak membawa kesembuhan malah membawa ke hal yang lebih buruk.
Apa daya mereka. Mungkin, mereka sudah pasrah.. Hingga mereka melakukan ini.
Ya ..
Dapat dilihat, mungkin faktor utama adalah faktor himpitan ekonomi dan mahalnya biaya kesehatan. Masyarakat(terutama masyarakat miskin) sudah pasrah.
Indonesia perlu belajar dari hal ini.
Mari kita bersama-sama memperbaiki negeri ini. Semoga negeri ini berjalan menuju ke yang lebih baik
Amin.